Upaya “MELEK LITERASI” pada Program Perpustakaan Keliling

SALAM LITERASI!

Perkembangan teknologi informasi tidak terbendung. Dampak yang paling dirasakan adalah semakin masifnya penggunaan teknologi informasi dalam jurnalistik yang semakin meminggirkan media massa cetak. Perkembangan terkini surat kabar sudah semakin menipis dalam lembarannya dan kecil dalam ukurannya. Hal ini bisa dimaklumi ketika surat kabar semakin berkurang dan jumlah pengisi iklan yang menjadi salah satu porsi pemasukan utama surat kabar juga semakin jauh berkurang. Menjadi pertanyaan kita bagaimana orang-orang mengakses informasi dan hiburan atau mengiklankan usaha mereka ketika mereka tidak lagi berhubungan dengan dunia cetak? Jawabannya adalah dunia maya. Teknologi informasi dengan kekuatan nirwaktu, nirbatas wilayah dan biaya yang semakin murah telah semakin memudahkan orang-orang untuk mengakses informasi. Tidak heran, masifnya pemanfaatan teknologi informasi menggeser peran media cetak.

Kendala akses terhadap media literasi bagi para siswa sebagai pelaku gerakan ini tentu semestinya menjadi keprihatinan sekaligus tantangan bagi para pengambil kebijakan gerakan literasi di berbagai tingkatan. Mengharapkan siswa untuk meningkat dalam penguasaan literasi baca mereka dengan akses terhadap media literasi yang sangat terbatas bisa diibaratkan menggantang asap. Lantas, apa yang bisa dilakukan. Salah satu usaha konkrit yang bisa dilakukan adalah digitalisasi literasi. Proses ini tidak lantas menghilangkan kegiatan literasi berbasis media cetak namun bersifat komplementer. Hal-hal yang tidak memungkinkan dijangkau oleh kegiatan literasi media cetak diupayakan melalui digitalisasi literasi. Apakah bentuk konkrit digitalisasi literasi yang dapat mendukung GLS? Beberapa contoh diantaranya adalah pengadaan dan pengoptimalan pengembangan portal GLS berupa salah satunya e-library yang dapat diakses kapanpun dan oleh siapapun dengan gawai mereka. Di dalam portal ini, akses pasif dan aktif disediakan bagi para siswa khususnya. Akses pasif diartikan para siswa hanya mengakses informasi berupa bahan-bahan literasi secara digital. Akses aktif diartikan bahwa para siswa dapat berkontribusi dalam kegiatan literasi dengan mengirimkan karya-karya mereka secara digital. Pengelolaan portal gerakan literasi oleh sekolah menjadi penyeimbang atas melimpah ruahnya bahan-bahan literasi di internet yang sejauh mana sudah terfilter dengan baik oleh para siswa. Konten-konten literasi portal gerakan literasi ini tentu saja bisa dipertanggungjawabkan secara isi tanpa meninggalkan kemasan dan daya tarik dan juga terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran.

Untuk meningkatkan literasi siswa SMK Negeri 5 Kota Tangerang Selatan, tim GLS (Gerakan Literasi Sekolah) yang terdiri dari guru penggerak literasi dan perpustakaan SMK Negeri 5 Kota Tangerang Selatan bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangerang Selatan mengadakan kegiatan membaca dengan mengadakan kunjungan Perpustakaan Keliling di SMK Negeri 5 Tangerang Selatan pada hari Rabu, tanggal 13 Oktober 2021. Kegiatan ini  diharapkan dapat menambah wawasan peserta didik sehingga terwujud sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya sepanjang hayat.

 

 

 

Tinggalkan Balasan