Pembuatan Rak Bunga by Teaching Factory Team SMK Negeri 5 Tangerang Selatan

Teaching Factory (TEFA) adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi / jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan di SMK. Penerapan Teaching Factory (TEFA) juga harus melibatkan pemerintah, pemerintah daerah dan stakeholders dalam pembuatan regulasi, perencanaan, implementasi maupun evaluasinya.

Pelaksanaan Teaching Factory sesuai Panduan TEFA Direktorat PMK terbagi atas 4 model, dan dapat digunakan sebagai alat pemetaan SMK yang telah melaksanakan TEFA. Adapun model tersebut adalah sebagai berikut:

1. Model Dual Sistem

Model pertama, Dual Sistem dalam bentuk praktik kerja lapangan adalah pola pembelajaran kejuruan di tempat kerja yang dikenal sebagai experience based training atau enterprise based training.

2. Model Competency Based Training (CBT)

Model kedua, Competency Based Training (CBT) atau pelatihan berbasis kompetensi merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pengembangan dan peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta didik sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Pada model ini, penilaian peserta didik dirancang untuk memastikan bahwa setiap peserta didik telah mencapai keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan pada setiap unit kompetensi yang ditempuh.

3. Model Production Based Education and Training (PBET)

Model ketiga, Production Based Education and Training (PBET) merupakan pendekatan pembelajaran berbasis produksi. Kompetensi yang telah dimliki oleh peserta didik perlu diperkuat dan dipastikan keterampilannya dengan memberikan pengetahuan pembuatan produk nyata yang dibutuhkan dunia kerja (industri dan masyarakat).

Model keempat, Teaching Factory adalah konsep pembelajaran berbasis industri (produk dan jasa) melalui sinergi sekolah dan industri untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dengan kebutuhan pasar.

Selama ini, menurut Kemendikbudristek, cukup banyak SMK dengan teaching factory yang cukup maju beroperasi layaknya industri. Agar pemasukan yang didapatkan dari penjualan hasil produksi teaching factory tidak dikategorikan sebagai penyimpangan pengelolaan keuangan maka perlu mendorong SMK dengan teaching factory menjadi Badan Layanan Umum Daerah.

(sumber : https://blud.co.id/)

Dalam hal ini, Teaching Factory Team SMK Negeri 5 Tangerang Selatan membuat salah satu produk yang bisa dipasarkan ke masyarakat seperti  RAK BUNGA DARI BESI HOLLOW. Rak bunga yang terbuat dari besi hollow dengan desain kekinian dalam berbentuk vertikal dapat dipadukan dengan konsep rumah yang minimalis, menarik serta unik dan modern. tetapai semua itu kembali lagi kepada selera konsumen yang akan menempatkan rak bunga tersebut pada sudut-sudut bagian rumahnya masing-masing, begitu pula dengan pemilihan warna akan disesuaikan dengan selera konsumen.

Proses pembuatan dari beberapa rak bunga yang dibuat kali ini kami mengusung rak bunga bertingkat berbentuk vertikal dengan menggunakan besi hollow 2 x 2 cm dan dapat pula menggunakan besi bekas atau besi sisa potongan yang dijual dipedagang besi tua. Dengan harga yang mudah terjangkau besi hollow 2 x 2 dapat menampilkan seni estetika yang menarik serta proses pengerjaan yang lebih minimalis.

(sumber : Dok. Teaching Factory Team SMK Negeri 5 Tangerang Selatan)

 

 

 

Tinggalkan Balasan