Skip to content
SMKN 5 Tangerang Selatan
Menu
  • Home
  • Tentang Kami
    • Sejarah, Logo, Visi, Misi, dan Tujuan
    • Visi dan Misi
    • VIDEO PROFIL SMK NEGERI 5 TANGERANG SELATAN
    • Mars dan Hymne
  • Program Keahlian
    • Pengelasan
    • Farmasi
    • Desain Komunikasi Visual
  • Digitalisasi
    • Perpustakaan
    • Raport
    • SarPras
  • SPMI
  • SPMB 2026
Menu

Dilema Nara

Posted on March 6, 2024March 7, 2024 by

Nara  terbangun karena sinar matahari menembus jendela kamarnya yang entah sejak kapan terbuka. Sejenak, ia hanya menatap langit-langit kamar. Matanya masih terasa sembab, sisa tangisan tadi malam.

Kemudian, Nara bangun dan duduk di sisi ranjang kecilnya. Gadis itu memandang sekeliling kamar, dan tiba-tiba, suara pecahan kaca terdengar dari luar.

Nara menutup kedua telinganya kuat-kuat, enggan mendengar apa pun. Setetes bening air matanya bergulir di pipi. Wajahnya dibenamkan dalam kedua telapak tangan yang lemah. Rasanya ia sudah tak sanggup lagi hidup dalam situasi seperti ini. Ia tak kuat hidup dalam lingkaran kesedihan yang menggiringnya menuju kegilaan.

Nara berjalan perlahan ke luar rumah, di antara jalanan sepi sambil menundukkan kepala seolah malu dunia melihatnya. Ia menatap siluet hitamnya di antara bayang-bayang pepohonan dan rumah. Nara berhenti melangkah saat seseorang menghalangi bayangannya

“Ada yang ingin kukatakan padamu.” Orang itu mulai berbicara kepadanya.

Nara mendongak. Wajahnya terasa familiar.

“Kenapa?” Gadis itu bertanya dengan wajah datar, tapi Nara  hanya diam. “KENAPA KAMU HARUS LAHIR DI DUNIA INI?!” Ia mulai membentak.

Gadis itu melayangkan telapak tangannya ke pipi Nara. “PERGI!”

 Nara  tak sanggup menatap lawan bicaranya. Ia hanya memegang pipinya yang terasa nyeri karena tamparan barusan. Hilanglah dari dunia ini, dasar penghancur keluarga orang! hardik gadis itu. Nara terisak diiringi suara teriakan gadis itu di telinganya. Tetesan bening meleleh, merayapi sudut wajahnya.

Nara adalah anak perempuan biasa yang hidup dengan kasih sayang utuh dari orang tua. Ia hidup berkecukupan, bahkan lebih. Semula, ia mengira hidup dalam zona kesempurnaan. Tetapi ternyata, semua itu hanya bualan. Ayahnya, ternyata, seorang pria yang telah berkeluarga. Saat itulah ia menyadari, ibunya adalah istri kedua ayahnya.

Keluarganya tidak diinginkan oleh semua orang. Ibunya dianggap wanita yang tak punya harga diri. Tidak ada yang sudi berbagi nafas dan tempat dengan keluarga Nara. Mereka tidak pernah mau tahu separah apakah kerusakan jiwa yang mendera orang yang mereka cemooh.

Istri pertama ayah Nara adalah sahabat dekat ibu Nara. Sahabat dekat yang saling mengaitkan janji satu sama lain sejak duduk di bangku sekolah untuk tidak mengkhianati. Begitu istri pertama ayahnya mengetahui apa yang telah terjadi, ia tentu syok berat. Suami yang ia cintai, berpaling darinya. Sahabat yang paling ia percaya, mengkhianatinya dalam waktu yang sama.

Nina, anak istri pertama ayahnya, pun tak percaya. Ia nyaris pingsan saat ayahnya mengungkapkan hal itu sendiri. Selanjutnya, teror mulai berdatangan sebagai tanda balas dendam. Mulai dari pecahnya kaca jendela di rumah, hingga lemparan api untuk rumahnya.

“Na?” Lamunan Nara terhenti. Gadis itu tetap diam, memandang kosong.

“Nara? Sayang, kamu ada di dalam, kan?” Panggilan itu tak membuat Nara beranjak dari posisi yang nyaman bagi dirinya. Kemudian ketukan demi ketukan tak bernada mulai terdengar dari balik pintu.

“Nara, buka pintunya, Sayang. Ibu mau bicara mengenai kepindahan kita,”

Memang, keluarganya berencana untuk pindah. Pindah ke wilayah yang cukup jauh untuk mengubur kelamnya masa lalu dan melanjutkan hidup. Tapi baginya, pindah rumah hanyalah bentuk pelarian diri. Raganya takkan teraniaya lagi. Namun, jiwa dan pikirannya telah menyatu dengan frustasi berkepanjangan yang diderita Nara selama ini. Ia tetap tidak akan hidup dalam damai seperti sebelumnya.

Nara bergeming. Dalam pikirannya yang kalut, ia mengingat Nina. Gadis itu ingi ia lenyap dari dunia ini. Ia ingin Nara musnah. Nara tahu apa artinya itu.

Recent Posts

  • Upacara Bendera di SMKN 5 Tangerang Selatan Berjalan Khidmat dan Tertib
  • Edukasi Anti-Bullying di Lingkungan Sekolah
  • Siswa SMKN 5 Tangerang Selatan Asah Kemampuan Mengelas Garis Lurus
  • Pelayanan Mobil Sadar Arsip Keliling Hadir di SMKN 5 Kota Tangerang Selatan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten mengadakan kegiatan km Pelayanan Mobil Sadar Arsip Keliling di SMKN 5 Kota Tangerang Selatan.
  • Pelatihan Koding Guru SMK Banten di SMKN 5 TANGGERANG SELATAN

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • January 2025
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • June 2021
  • May 2021
  • April 2021
  • March 2021
  • November 2020
  • October 2020
  • September 2020
  • August 2020
  • July 2020
  • May 2020
  • February 2020
  • December 2019
  • September 2019
  • July 2019
  • June 2019
  • May 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • February 209

Categories

  • Akademik
  • Berita Sekolah
  • Desain Komunikasi Visual
  • Dunia Industri
  • Ekstrakurikuler
  • Farmasi
  • Informasi Orang Tua
  • Keahlian dan Sertifikasi
  • Kegiatan Siswa
  • Kesiswaan
  • Kewirausahaan
  • Kurikulum
  • LAFALO
  • Lowongan Kerja
  • Pengumuman
  • Praktik Kerja Lapangan
  • Prestasi
  • Sarana Prasana
  • SPMB
  • Teknologi Pendidikan
©2026 SMKN 5 Tangerang Selatan | WordPress Theme by Superbthemes.com