Skip to content
SMKN 5 Tangerang Selatan
Menu
  • Home
  • Tentang Kami
    • Sejarah, Logo, Visi, Misi, dan Tujuan
    • Visi dan Misi
    • VIDEO PROFIL SMK NEGERI 5 TANGERANG SELATAN
    • Mars dan Hymne
  • Program Keahlian
    • Pengelasan
    • Farmasi
    • Desain Komunikasi Visual
  • Digitalisasi
    • Perpustakaan
    • Raport
    • SarPras
  • SPMI
  • SPMB 2026
Menu

KISAH SINGKAT KI HAJAR DEWANTARA

Posted on May 2, 2024May 3, 2024 by

Dikutip dari DetikEdu, Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889. Berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta, ia lahir dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Sebagai keturunanningrat, Soewardi kecil berkesempatan menempuh pendidikan bersama anak-anak bangsa Eropa di Hindia Belanda. Bagaimana ia kelak membuat marah penjajah dan menjadi pahlawan pendidikan?

Ki Hajar Dewantara kecil sekolah di sekolah dasar untuk orang Eropa, Eurepeesche Lagere School (ELS). Ia lalu melanjutkan pendidikan ke STOVIA, sekolah dokter bumiputera pada 1905. Karena kerap sakit, ia tidak menamatkan sekolah tingginya. Sejumlah sumber lain mendapati pemerintah Belanda-lah yang memutus beasiswa pendidikannya pada 1910. Kendati demikian, ia gemar mencari ilmu di berbagai tempat, seperti dikutip dari Kumpulan Pahlawan Indonesia Terlengkap oleh Mirnawati.

Ki Hajar Dewantara belajar beragam hal baru dari menggeluti profesi sebagai wartawan. Salah satu surat kabar yang pernah menjadi tempatnya berkarya yaitu Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Muoeda, Tjahaja Timur, dan Poesara. Tulisannya dinilai sangat komunikatif, tajam, dan partiotik, sehingga mampu membangkitkan semangat antipenjajahan.

Ia juga aktif di organisasi Budi Utomo untuk menggugah kesadaran masyarakat agar bersatu mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Pada 25 Desember 1912, ia juga membentuk Indische Partij, partai politik nasionalisme pertama bersama Douwes Dekker dan dr. Cipto Mangunkusumo untuk mewujudkan kemerdekaan.

Membuat Belanda Marah

Peresmian Indische Partij ditolak pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jenderal Idenburg karena dianggap dapat membangkitkan nasionalisme dan penentangan atas penjajahan. Ki Hajar Dewantara dan tokoh Indische Partij lalu membuat Komite Bumiputra pada 1913.

Komite ini bertujuan untuk mengkritik pemerintah Belanda yang menggunakan uang dan sumber daya wilayah jajahannya untuk mengadakan perayaan-perayaan. Salah satunya yaitu saat pemerintah Belanda hendak merayakan 100 tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Prancis.

Kritik tersebut dituangkan Ki Hajar Dewantara detik.com/tag/ki-hajar-dewantara dalam surat kabar De Express milik Douwes Dekker, seperti dikutip dari Ensiklopedia Pahlawan Indonesia dari Masa ke Masa oleh Tim Grasindo. Kutipan tulisan Ki Hajar Dewantara berjudul Als Ik Eens Nederlader Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) itu yakni sebagai berikut:

“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu.”

Kritik tersebut membuat marah pemerintah Belanda sehingga Ki Hajar Dewantara diasingkan ke Pulau Bangka. Tulisan Douwes Dekker dan dr. Cipto Mangunkusumo yang diniatkan untuk membantunya juga dianggap Belanda sebagai tulisan menghasut rakyat, sehingga keduanya juga diasingkan. Douwes Dekker dibuang ke Kupang, sementara dr. Cipto Mangunkusumo ke Pulau Banda.

Suatu hari, mereka mengajukan usul pada Belanda agar bisa dibuang ke negeri Belanda agar dapat belajar banyak hal, alih-alih di tempat terpencil tersebut. Akhirnya pada Agustus 1913, permintaan mereka dikabulkan.

Recent Posts

  • Edukasi Anti-Bullying di Lingkungan Sekolah
  • Siswa SMKN 5 Tangerang Selatan Asah Kemampuan Mengelas Garis Lurus
  • Pelayanan Mobil Sadar Arsip Keliling Hadir di SMKN 5 Kota Tangerang Selatan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten mengadakan kegiatan km Pelayanan Mobil Sadar Arsip Keliling di SMKN 5 Kota Tangerang Selatan.
  • Pelatihan Koding Guru SMK Banten di SMKN 5 TANGGERANG SELATAN
  • SENAM BERSAMA DI SMKN 5 kota Tangerang

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • January 2025
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • June 2021
  • May 2021
  • April 2021
  • March 2021
  • November 2020
  • October 2020
  • September 2020
  • August 2020
  • July 2020
  • May 2020
  • February 2020
  • December 2019
  • September 2019
  • July 2019
  • June 2019
  • May 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • February 209

Categories

  • Akademik
  • Berita Sekolah
  • Desain Komunikasi Visual
  • Dunia Industri
  • Ekstrakurikuler
  • Farmasi
  • Informasi Orang Tua
  • Keahlian dan Sertifikasi
  • Kegiatan Siswa
  • Kesiswaan
  • Kewirausahaan
  • Kurikulum
  • LAFALO
  • Lowongan Kerja
  • Pengumuman
  • Praktik Kerja Lapangan
  • Prestasi
  • Sarana Prasana
  • SPMB
  • Teknologi Pendidikan
©2026 SMKN 5 Tangerang Selatan | WordPress Theme by Superbthemes.com