Skip to content
SMKN 5 Tangerang Selatan
Menu
  • Home
  • Tentang Kami
    • Sejarah, Logo, Visi, Misi, dan Tujuan
    • Visi dan Misi
    • VIDEO PROFIL SMK NEGERI 5 TANGERANG SELATAN
    • Mars dan Hymne
  • Program Keahlian
    • Pengelasan
    • Farmasi
    • Desain Komunikasi Visual
  • Digitalisasi
    • Perpustakaan
    • Raport
    • SarPras
  • SPMI
  • SPMB 2026
Menu

Hutan Merah

Posted on March 4, 2024March 7, 2024 by

 Matahari bersinar terik di Lampung. Sinarnya terhalang rimbunnya pepohonan, sehingga hanya menyisakan berkas tipis. Burung-burung berkicau seolah sedang menyanyikan lagu untuk alam. Bunyi riak jernih sungai beradu dengan batu kali berpadu dengan sahutan dari beberapa penghuni hutan yang lainnya. Ya, inilah tempat tinggal Bora, si anak gajah Lampung yang sekarang tengah asyik bermain bersama teman-temannya di sebuah sungai.

       Ketika Bora menyemprotkan air ke arah Dodo—anak gajah lainnya—dengan belalainya, ia pun memekik nyaring. Sampai akhirnya, kegembiraan mereka terpecah oleh bunyi bising dari sebelah utara hutan. Bunyi bising itu bercampur dengan deru sesuatu yang sama sekali tidak Bora kenal.

       “Hei, lihat itu!”

       Semua serentak menghentikan kegiatan mereka dan menengok ke langit yang ditunjuk Dodo. Asap hitam tebal yang membumbung tinggi dari sana. Asap itu semakin tebal dan terus menebal. Itu merupakan fenomena aneh yang baru pertama kali mereka saksikan. Selama ini yang mereka tahu, langit selalu berwarna biru cerah dengan awan putih berarakan.

Keheningan hutan itu kemudian pecah saat Teo tiba-tiba saja datang sambil memekik nyaring, “Hutan terbakar! Hutan terbakar!”

       Semua ikut memekik ketakutan. Hutan terbakar! Tempat tinggal mereka terbakar!

       “Bora! Apa yang kau lakukan!? Cepat pergi!” Pipin berteriak sambil menarik belalai Bora dengan belalainya..

       Suasana hutan yang tadinya damai tenteram, seketika menjadi neraka bagi semua hewan. Asap hitam pekat yang mulai menyelimuti seluruh hutan ini. Suhu udara mulai panas, membuat para hewan makin berteriak nyaring.

       Bora panik bukan main. Sambil mengikuti langkah Pipin, matanya bergerak ke sana-ke mari, mencari sosok ibunya.

       “Pipin! Di mana ibuku?” tanya Bora.

       “I-ibu … ibumu ….” Pipin tidak bisa menjawab karena sama-sama tidak tahu di mana ibu Bora berada.

       “Aku harus kembali ke sarang!” Bora melepaskan belalainya dari belalai Pipin, lalu berbalik untuk kembali ke sarangnya.

       Namun, sebelum Bora melancarkan niatnya itu, Pipin sudah menarik kembali belalainya. “Ibumu pasti sudah berada di depan. Bersama gajah dewasa lainnya.”

       Bora menghiraukan ucapan Pipin, lalu kembali meloloskan belalainya dan berlari sekuat mungkin menuju sarangnya.

       “Bora!” Pipin berteriak di belakangnya.

       Bora sampai di dekat sarangnya berada dengan napas terengah. Ia langsung membelalakkan mata begitu melihat sosok ibunya sedang bersusah payah keluar dari sarang. Api sudah menjalar di setiap pohon di dekat sarangnya itu.

       “Ibu!” teriak Bora sekuat tenaga.

       “Sedang apa kamu?! Cepat pergi dari sini!” teriak ibu Bora sambil menggerakkan belalainya, menyuruh Bora menjauh dari tempat ini.

       “Tidak! Aku tidak mau!” balas Bora keras kepala. Kenapa ibunya masih bisa berkata seperti itu? Padahal jelas-jelas ia dalam keadaan terjebak api?

       “Cepat pergi, Bora!”

       “Bora! Ayo pergi!” Tiba-tiba saja Pipin datang ke tempatnya dan langsung menarik belalai Bora.

       “Tidak mau!” Bora menyentak belalai Pipin keras. “Ibu! Aku akan menyelamatkanmu!”

       “Jangan, Bora!” bentak Pipin

       Kraaak! Braaak!

       “IBU!! IBU!!” Bora terus meraung memanggil ibunya. Pohon yang sedang terbakar itu jatuh dan kemudian menimpa tubuh payah ibu Bora.

       “Ayo, Bora, kita harus pergi,” lirih Pipin sambil menarik Bora.

       Sekali lagi Bora menoleh ke belakang saat dirinya sudah cukup jauh dari sarangnya. Tidak ada lagi hutan hijau dengan tumbuhan rindang di sekitarnya. Hutan hijau yang selalu ia kagumi sudah berubah menjadi hutan merah yang sangat panas.

Recent Posts

  • Upacara Bendera di SMKN 5 Tangerang Selatan Berjalan Khidmat dan Tertib
  • Edukasi Anti-Bullying di Lingkungan Sekolah
  • Siswa SMKN 5 Tangerang Selatan Asah Kemampuan Mengelas Garis Lurus
  • Pelayanan Mobil Sadar Arsip Keliling Hadir di SMKN 5 Kota Tangerang Selatan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten mengadakan kegiatan km Pelayanan Mobil Sadar Arsip Keliling di SMKN 5 Kota Tangerang Selatan.
  • Pelatihan Koding Guru SMK Banten di SMKN 5 TANGGERANG SELATAN

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • January 2025
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • June 2021
  • May 2021
  • April 2021
  • March 2021
  • November 2020
  • October 2020
  • September 2020
  • August 2020
  • July 2020
  • May 2020
  • February 2020
  • December 2019
  • September 2019
  • July 2019
  • June 2019
  • May 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • February 209

Categories

  • Akademik
  • Berita Sekolah
  • Desain Komunikasi Visual
  • Dunia Industri
  • Ekstrakurikuler
  • Farmasi
  • Informasi Orang Tua
  • Keahlian dan Sertifikasi
  • Kegiatan Siswa
  • Kesiswaan
  • Kewirausahaan
  • Kurikulum
  • LAFALO
  • Lowongan Kerja
  • Pengumuman
  • Praktik Kerja Lapangan
  • Prestasi
  • Sarana Prasana
  • SPMB
  • Teknologi Pendidikan
©2026 SMKN 5 Tangerang Selatan | WordPress Theme by Superbthemes.com